MEMETIK OBAT DARI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Umumnya gangguan kejiwaan dalam rumah tangga terjadi karena perselisihan, serta masalah berat yang tak dapat ditanggulangi oleh suami dan istri. Komunikasi yang efektif diyakini merupakan solusi terbaik untuk mencegah setiap masalah dalam rumah tangga bermetafomosa menjadi faktor perusak jiwa. Ditambah dengan keterbukaan, penerimaan, serta kemampuaan menempatkan segala hal dalam porsi positifnya. Yang sebagian kecil kasus gangguan jiwa yang berasal dari aspek kejiwaan bawaan.

Hidup yang semakin berat, dalam persaingan yang keras, membuat orang seperti berkejaran dengan waktu. Relasi antara individu makin lama makin menjadi hal yang mahal karena orang begitu sibuk memenuhi kebutuhan jasmaninya. Hal ini juga melanda rumah tangga, hingga sering terjadi suami kurang perhatian dengan istri dan anak – anaknya, atau istri tak lagi memiliki waktu luang bercengkrama dengan suami dan anaknya karena demikian sibuk menjalani karier dan mengerjakan kegiatan rumah tangga rutin seperti masak dan mencuci.

Padahal tak semua rumah tangga berjalan dengan adem ayem saja. Banyak sekali keluarga yang dalam hidupnya dihiasi dengan pertentangan, perselisihan, percekcokan dan bahkan kekerasan antara suami istri. Hal ini terjadi karena mereka tidak mengomunikasikan kasih sayang, dan cinta mereka kepada suami atau istrinya. Tak pelak lagi untuk mengatasi hal ini diperlukan komunikasi yang baik dalam keluarga.

Menurut Uud Wahyudin, pakar komunikasi dari Universitas Pajajaran, Bandung, terdapat dua dimensi penting dalam komunikasi keluarga yang memengaruhi dan dipengaruhi komunikasi, yakni kohesi dan adaptasi.

Kohesi merujuk kepada seberapa dekat keterikatan antara suami dan istri. Pada satu titik ekstrem, ada keluarga yang sedemikian terikat dan terlibat privasi secara berlebihan sehingga suami atau istri hanya memiliki sedikit otonomi dalam diri dan pribadinya. Tapi ada keluarga yang kohesinya rendah, dimana suami atau istri memiliki privasi yang tinggi. Mereka terpisah secara fisik dan emosional, sehingga hanya sedikit hubungan di antara mereka. Keluarga menempati prioritas yang rendah bagi anggotanya karena masing – masing anggota memiliki jadual kegiatan sendiri.

Sementara adaptasi merupakan faktor penyesuaian diri untuk menghadapi berbagai perubahan. Semua keluarga pasti pernah mengalami tekanan dan cara – cara mengatasi tekanan itulah yang menentukan sehat tidaknya sebuah keluarga. Keluarga yang sehat anggotanya tidak ambil mengambil sikap yang berlawanan, tidak pernah saling menyalahkan, dan tidak pula sibuk dengan kegiatan masing – masing. Mereka cenderung menyukai humor dan batasan – batasan dalam keluarga cenderung konvensional.

Di sinilah pentingnya komunikasi suami istri sebagai jalan dalam menyatukan perbedaan persepsi antara keduanya. Dengan komunikasi diharapkan suami istri dapat berbagi tentang harapan, keinginan, dan tuntutan masing – masing. Alhasil, iklim komunikasi yang baik memungkinkan suami menjadi tempat terbaik bagi istrinya untuk berbagi dalam segala hal.

Percaya dan Terbuka

Menurut Uud lagi, komunikasi dapat tumbuh jika beberapa faktor terpenuhi. Faktor – faktor itu antara lain, saling percaya, suportif, serta terbuka. Suami kadang didera ketakutan untuk membagi satu masalah kepada istrinya karena khawatir istrinya bereaksi negative. Hal ini terjadi karena tidak adanya rasa percaya suami kepada istri. Adanya sikap saling percaya dapat menghindari pikiran – pikiran negative yang timbul. Kejujuran merupakan penentu agar rasa saling percaya itu tercipta dengan kuat.

Selain itu, sikap suportif juga harus dikembangkan. Hal ini akan membuat komunikasi suami dan istri lebih dinamis. Suami sadar bahwa apa yang dilakukannya terkait dengan istri dan begitu pula sebaliknya. Dengan kesadaran itu diharapkan tak ada satu pihak yang mementingkan diri sendiri di atas kepentingan bersama.

Sementara itu, sikap terbuka juga berperan amat besar dalam menumbuhkan komunikasi keluarga yang efektif. Sikap terbuka mendorong timbulnya saling pengertian, saling menghargai, dan saling mengembangkan kualitas hubungan antar pribadi suami istri. Bila tidak ada keterbukaan antara suami dan istri, yang kemudian terjadi adalah berkembangnya sikap saling curiga dan tidak mempercayai. Istri sedikit – sedikit curiga akan kelakuan suaminya, demikian sebaliknya.

Psikolog senior, Leila Ch Budiman, juga menekankan pentingnya mencari variasi dalam hubungan. Belajar menanam bunga, bermain pino, atau belajar membuat kue, dapat menjadi faktor yang membuat kehidupan keluarga lebih variatif. Termasuk dari itu adalah selalu ikut kegiatan olah raga bersama – sama serta senantiasa memperkuat iman, dapat menjadi faktor positif dalam rumah tangga. Ada hal yang dirasa enak dan tak enak dalam rumah tangga, jika pasangan hanya focus pada hal yang tak enak, pastilah hubungan akan terganggu yang pada gilirannya akan mengganggu kejiwaan istri dan suami tersebut.

Islam sendiri menggambarkan pernikahan, sebagaimana dipaparkan surat Ar-Ruum ayat 21, sebagai sebuah kegiatan kejiwaan, karena ketentraman dan kasih sayang merupakan target dari terciptanya perkawinan. Artinya, istri dengan kasihnya adalah obat bagi suami, begitu pula sebaliknya.

Kesadaran saling memenuhi kebutuhan akan kasih dan sayang inilah yang tak boleh dikesampingkan. Jika hal ini tak diindahkan, maka seorang istri berhak menuntut cerai kepada suaminya. Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khatab pernah menanyakan kepada puterinya, Hafshah, tentang seberapa lama seorang istri kuat ditinggal suaminya berperang. Artinya, kebutuhan istri tak bisa dikesampingkan begitu saja, bahkan dengan alasan berjihad sekalipun. Jika ini bisa dilakukan, rumah tangga tak perlu jadi neraka, dan gambaran Nabi yang menyebut rumahku adalah surgaku tak mustahil untuk diraih.

sumber : Anggun Majalah Pengantin Muslim Edisi 04 / II / April 2009

~ by glesyer on July 16, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: