KUIS “APAKAH SAYA BISA MEMPERCAYAINYA?”

Dalam sebuah hubungan, sikap saling percaya mutlak kehadirannya. Saling percaya membuat Anda yakin bahwa dia membutuhkan Anda. Begitupun sebaliknya. Saling percaya juga membuat Anda berdua selalu merasa beruntung memiliki satu sama lain dalam sebuah pernikahan.

Menjalani kehidupan pernikahan tentu berbeda dengan kehidupan melajang. Para lajang identik dengan kebebasan pribadi. Sementara, memiliki pasangan dalam ikatan pernikahan berarti ‘membuang’ sebagian kebebasan pribadi lalu digantikan dengan kebebasan pribadi pasangan. Kepercayaan menjadi perekat antara keduanya. Karena itulah, salah satu tanda kesiapan kita melangkah ke jenjang pernikahan adalah ketika kita telah mantap mempercayainya.

Namun, sikap saling percara tidak bisa tumbuh dalam waktu singkat.

Ibarat pohon besar, menumbuhkannya diperlukan kesabaran. Setelah menanam biji, menyiram dan memupuk, memeliharanya juga membutuhkan kerja keras. Anda tak boleh lelah mencabut rumput liar di sekitarnya dan sesekali menyemprot obat anti hama. Semua usaha itu bertujuan agar pohon bisa tumbuh subur.

1. Saat meminta pasangan menjemput Anda…..

  1. Anda mendesaknya dengan mengatakan suami yang baik harus bersedia menjemput istrinya kapanpun dibutuhkan.
  2. Anda mengatakan hujan deras turun di sekitar kantor.

2. Ketika Anda bersedih……..

  1. Kotak tisu adalah sahabat yang menemani Anda di atas tempat tidur.
  2. Dia adalah shouder to cry on andalan yang siap menghapus air mata Anda

3. Saat melepas pasangan ikut pelatihan di luar negri….

  1. Tidak khawatir. Anda sudah memasang reminder di hp pasangan agar dia menghubungi Anda tiga kali sehari.
  2. Berpesan agar dia serius mengikuti pelatihannya sambil membisikkan “I miss u alredy”

4. Ketika Anda curhat pada pasangan tentang seseorang yang Anda benci….

  1. Dia menyuruh Anda secepatnya berusaha keras menghilangkan sosok itu dari benak Anda.
  2. Dia meminta Anda memikirkan hal – hal lebih penting. Akan lebih lega bila perasaan benci itu menguap perlahan disertai kesadaran mendalam.

5. Saat Anda mau meminjam hp nya, dia…..

  1. Meminta waktu sebentar untuk mengirim sms penting ke rekan kerjanya lalu menghilang dari hadapan Anda.
  2. Segera memberikannya pada Anda.

6. Dia terlambat pulang kerja dua jam dari biasanya. Yang Anda lakukan…

  1. Membuka pintu sambil memasang wajah cemberut lalu membanting pintu kamar sekeras – kerasnya.
  2. Mengatakan betapa Anda sangat mengkhawatirkannya lalu menunggu dia menjelaskan alasannya terlambat.

7. Seorang teman bercerita tentang tetangganya yang berselingkuh. Teman itu memperingatkan Anda untuk berhati – hati.

  1. Anda langsung meneleponnya. Menanyakan dia sedang bersama siapa lalu memintanya mengangkat hp agar Anda bisa mendengarkan atmosfer di sekitar pasangan.
  2. Mengajak pasangan berbicara dari hati ke hati, kembali mengingat tujuan pernikahan Anda berdua.

8. Anda menilai pasangan…..

  1. Sulit dipercaya karena perkataannya sering berubah – ubah.
  2. Tidak mempermainkan kepercayaannya yang Anda beri untuknya. Dia tahu bahwa tanpa kepercayaan, hubungan Anda berdua akan retak.

9. Yang melandasi Anda dan dia menikah?

  1. Cinta yang begitu menggelora dan harapan bahwa hidup Anda berdua akan begitu indah setelah menikah.
  2. Keyakinan bahwa Anda berdua bisa menjadi pasangan tangguh untuk mengatasi tantangan dan membina hidup yang lebih baik.
    10.
    Apakah dia konsisten dengan perkataannya? 

    1. Dia sering berjanji akan menemani Anda mengunjungi kerabat, tapi kerap membatalkannya tanpa alasan yang jelas. Jika ditanya, dia akan bilang, “besok-besok kan, bisa….”
    2. Jika bilang A, dia akan berusaha melaksanakannya. Jika teryata tidak bisa, itu artinya dia telah berusaha sangat keras sebelum memutuskan untuk mencari alternative lain.

Jika jawaban Anda lebih banyak a:

Berat rasanya mengetahui bahwa pasangan Anda adalah orang yang sulit dipercaya. Mungkin akan terlihat, kebohongan demi kebohongan akan hadir di tengah hubungan Anda berdua. Dan mencari berbagai alasan untuk menutupi kebohongan bukan perkara mudah, bahkan bisa memicu stress. Akibatnya, keintiman akan kian jauh dari kehidupan rumah tangga Anda. Yakinkan padanya, jika Anda berdua tidak bisa menemukan kejujuran di hati masing – masing, maka bagaimana bisa melangkah dan mewujudkan sakinah mawaddah warahmah?

Jika jawaban Anda lebih banyak b:

Sikap pasangan menunjukkan bahwa dia bisa diandalkan. Meskipun dia tidak selalu bisa hadir di samping Anda, dukungannya selalu bisa Anda rasakan. Dia adalah tipe orang yang memilih untuk tidak berjanji memenuhi keinginan Anda, namun sebenrnya dia berusaha keras untuk mewujudkannya. Dia adalah tipe orang yang tidak menyia – nyiakan kepercayaan yang Anda berikan. Karena itu, janganlah menuntutnya berlebihan. Inilah saatnya Anda pun menerapkan prinsip hidup yang sama: berbagi kejujuran dengan pasangan dan menggapai keharmonisan.

sumber : Anggun Majalah Pengantin Muslim Edisi 04 / II / April 2009

~ by glesyer on July 16, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: