DARI ISENG, KEASYIKAN, Hingga Manajemen SELINGKUH

Selingkuh bisa datang mengganggu pasangan siapa saja. Dari iseng, keasyikan hingga dibuat manajemen khusus untuk bisa berselingkuh. Bagaimana akibatnya bagi pasangan?

Ku mencintaimu lebih dari apapun

Meskipun tiada satu orang pun tahu

Ku mencintaimu sedalam – dalam hatiku

Meski kau hanya kekasih gelapku

Inilah syair lagu yang dilantunkan oleh Pasha “Ungu” dengan title Kekasih Gelapku. Temanya tentang kekasi gelap alias selingkuhan yang ternyata lebih dicintai dari pada kekasihnya sendiri. Kobar asmara yang tak terhadang, bahkan bersumpah selalu siap setia untuknya.

Selain Ungu, beberapa band dan penyanyi lain juga telah mengangkat tema yang sama dalam lagu-lagu mereka. Coba simak syair lagu “Ketahuan” yang dilantunkan Matta band.

Dari awal aku tak pernah percaya kata – katamu

Karena ku telah melihat semua dari parasmu

Terakhir kau bilang padaku kau takkan pernah selingkuh

Tetapi ternyata dirimu bermain di belakangku

Berbeda dengan lagu Ungu, Matta band bernyanyi dari sudut korban perselingkuhan yang dikhianati. Sebagaimana judulnya, ia bercerita tentang perselingkuhan yang terbongkar hingga jelas keburukan sang kekasih.

Dua lagu ini sekedar contoh. Ada banyak lagu lain yang diciptakan dan beredar di masyarakat berisi tema yang sama: selingkuh. Memang, harus diakui beberapa waktu lalu, tema selingkuh menjadi pilihan utama banyak pencipta lagu. Penulis tidak tahu, apakah ini menjadi bukti bahwa perselingkuhan tumbuh meruyak di negri ini bak kecambah di musim hujan.

Faktanya, sebagaimana diungkap Republika, tahun 2005 lalu, ada 13.779 kasus perceraian yang bisa dikategorikan akibat selingkuh; 9.071 karena gangguan orang ketiga, dan 4.708 akibat cemburu. Prosentasenya mencapai 9,16% dari 150.395 kasus perceraian tahun 2005 atau 13.779 kasus. Alhasil, dari 10 keluarga yang bercerai, satu di antaranya karena selingkuh.

Rata – rata, setiap 2 jam ada tiga pasang suami istri bercerai gara – gara selingkung. Perceraian gara – gara selingkuh juga 10 kali lipat dibanding perceraian karena penganiayaan yang hanya 916 kasus atau 0,6%. Pada tahun – tahun berikutnya diprediksikan, perselingkuhan justru akan naik.

Bagaimana sih selingkuh itu?

Pada mulanya selingkuh sebenarnya lebih biasa digunakan untuk persoalan keuangan. Ini bisa dilihat dari penggunaan kata selingkuh di masyarakat jawa yang berarti perbuatan tidak jujur, sembunyi – sembunyi, atau menyembunyikan sesuatu yang bukan haknya.

Kalau ada seorang bendahara yang menyembunyikan uang dari catatan pembukuan, itu adalah selingkuh. Kalau ada istri yang menyelewengkan keuangan suami, itu juga selingkuh. Kalau ada suami yang tidak menyampaikan penghasilan sampingannya kepada istri, bisa juga disebut selingkuh.

Dari penggunaan yang sempit ini, selingkuh kemudian berkembang pada hubungan gelap seseorang yang sudah memiliki pasangan. Seorang suami yang punya perempuan idaman lain, itu disebut sedang selingkuh. Demikian pula ketika seorang istri bermesraan dengan lelaki idaman lain, berarti ia melakukan selingkuh.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada kutipan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang mengartikan selingkuh dengan tidak berterus terang; tidak jujur atau serong; suka menyembunyikan sesuatu; korup atau menggelapkan uang; suka menyeleweng. Selingkuh memang identik dengan serong atau menyeleweng. Tindakan yang dilakukan keluar dari jalur kepantasan adalah selingkuh.

Dimulai dari iseng

Sesuai dengan data yang disampaikan di atas tadi, perselingkuhan dikukuhkan sebagai salah satu penyebab terbesar dari perceraian suami istri. Apa sebabnya kira – kira?

Selingkuh bisa terjadi pada siapa saja, pasangan yang manapun juga. Apakah dia dari suami istri yang taat beragama ataukah yang biasa saja. Karena selingkuh semacam godaan yang akan dirasakan oleh setiap orang. Sesuatu yang manusiawi.

Bagi pasangan yang baru, barangkali goda perselingkuhan belum melanda. Tetapi jika waktu telah beranjak, ia mesti datang menyapa.

Seiring berjalanya biduk rumah tangga, datanglah rutinitas rumah tangga yang mengambil keintiman pasangan. Seharusnya Anda harus ‘waspada’ dengan kehadiran anak – anak dan urusan dengan mereka sehari – hari, waspada terhadap aktivitas rumah tangga yang menyita jam-jam keintiman Anda, pekerjaan yang menyita. Ini adalah pematik – pematik terjadinya perselingkuhan, ketika keintiman pasangan mulai merenggang.

Ini bukan berarti anak atau pekerjaan sebagai hambatan, tetapi mereka menjadi kewajiban yang mengurangi jatah berdua dengan pasangan. Suasana hangat mulai jarang. Pada saat seperti ini, Anda harus berhati – hati. Jangan-jangan pasangan kita atau kita sendiri tergoda dengan lirikan tetangga. Awas!!!

Kadang, selingkuh juga timbul dari rasa iseng. Iseng melirik cewek yang sedang lewat,  atau miscall nomor teman kantor. Karena mendapat tanggapan, iseng-iseng tadi berlanjut ke tahap coba- coba. Setelah dicoba ternyata enak, akhirnya mereka yang selingkuh pun jadi ketagihan dan akan mencari berbagai cara supaya bisa terus selingkuh.

Manajemen selingkuh

Dari iseng kemudian ketagihan, lambat laun si pelaku secara naluriah belajar manajemen selingkuh. Jangan salah, selingkuh juga ada manajemennya lho, membuat perencanaan dan jadwal selingkuh agar tidak diketahui oleh pasangan.

Contoh ilustrasi begini, untuk berselingkuh pasti mempunyai jadwal pertemuan dengan selingkuhan atau pasangan berselingkuh. Kapan dan dimana mereka bertemu dan akan melakukan apa saja, sudah ada di benak dan menjadi rencana acuan. Untuk melaksanakan niat itu perlu dana, mengatur supaya tidak ketahuan istri, rekan, saudara. Setelah pelaksanaan lancer, nanti akan dievaluasi dan dikaji terus supaya perselingkuhan tetap berjalan lancar.

Bila ada resiko-resiko pasti sudah dipikirkan oleh pelaku selingkuh dengan mengelola resiko itu menjadi penyemangat dan pemacu hormon adrenalin. Perhitungan cukup rumit dan bila dikaji sangat njlimet, tetapi tetap dilakukan. Apalagi, bagi sebagian orang sesuatu yang mengundang bahaya adalah tantangan yang mengasyikkan. Bahaya ketahuan pasangan, bahaya konangan bos, atau bahaya digrebek pak RT. Ini pula terjadi dalam selingkuh.

Selingan Indah Keluarga Utuh Atau Runtuh

Selingkuh tidak akan menghasilkan apapun selain kerusakan walau tampak begitu menawan dan indah. Mereka yang jadi ‘korban’ kata – kata manis dan rela jadi selingkuhan akan dilabeli bodoh atau murahan. Sedangkan mereka yang rela berbohong untuk bisa selingkuh akan dilabeli brengsek atau penipu. Sedangkan bagi dua insane yang secara sadar melakukan perselingkuhan, bisa dikatakan orang – orang yang tidak tahu diri dan tidak bisa menghargai arti sebuah kesetiaan.

Mau selingkuh atau berhenti selingkuh adalah pilihan. Yang jelas, selingkuh adalah keindahan dan kenikmatan semu yang hanya akan menghinakan dan mempermalukan diri kita sendiri. Baik itu di hadapan pasangan, masyarakat, ataupun di hadapan Allah. Selain kesalahan, selingkuh juga masalah. Oleh karenanya, selama kita terus berselingkuh, maka selama itu pula kita menambah – nambah masalah.

Dalam kajian Ushul Fiqih disebutkan ada tuntunan mengenai Sadz Adz-Dzari’ah yaitu menutup lobang-lobang untuk melakukan kesalahan. Dalam kasus ini, menutup lobang-lobang untuk timbulnya perselingkuhan harus dilakukan.

Jika anda ingin memperoleh pernikahan ‘five star’, Anda harus menyajikan menu high class, membuat tempat tidur berkelas selevel hotel bintang lima, menyajikan service yang memuaskan dan menghormati client Anda selayaknya yang patut diterima oleh seorang yang datang dengan mengharapkan pelayanan high class. Jika Anda menyediakan menu five star, maka Anda layak mendapatkan upah yang seimbang, yaitu pernikahan five star!

Inilah kewajiban suami terhadap istrinya dan istri kepada suaminya. Masing – masing memberi sevice yang memuaskan dan menjadi pasangan yang selalu hangat dan memberi kebahagiaan. Pun demikian tatkala masalah datang, musyawarahkan, cari jalan keluar dan menemukan solusi yang terbaik atau dalam bahasa lain win win solution. Jangan saling menyalahkan.

Intinya pada keterbukaan dan kesetiaan yang terus dijaga oleh masing – masing. Tanpa itu, meski tak ada godaan dari luar yang memicu perselingkuhan, niscaya rumah tangga akan berantakan, tinggal menunggu waktu untuk karam dan tenggelam. Itu semua terserah Anda. Semoga bisa direnungkan.

sumber : Anggun Majalah Pengantin Muslim Edisi 04 / II / April 2009

~ by glesyer on July 16, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: